Langsung ke isi
Edisi Senin, 28 September 2026Meja cek fakta forex
JawaraTradeMenguji janji trading sebelum Anda mempercayainya
Redaksi

Kebijakan privasi dalam enam pertanyaan

JawaraTrade hanyalah lemari arsip berisi berkas cek fakta tentang klaim trading forex. Kebijakan privasinya pun kami tulis sebagai enam pertanyaan pembaca.

1. Apakah membuka berkas meninggalkan jejak?

Mesin penyimpan berkas kami mencatat lalu lintas permintaan guna menangkal gangguan dan menelusuri galat. Redaksi tidak menyisir catatan itu demi menebak identitas pembaca, apalagi menyusun profilnya.

2. Kuki, penghitung kunjungan, iklan?

Ketiganya absen. Tidak ada kuki racikan kami, tidak ada skrip penghitung tamu, dan tidak ada slot promosi berbayar di sela berkas.

3. Dari mana huruf-hurufnya?

Huruf tegak rapat pada judul (League Gothic) dan huruf baca pada badan teks (Newsreader) dipinjam dari Google Fonts. Setiap kali berkas terbuka, peramban memesan keduanya ke Google; urusan pesanan itu tunduk pada aturan privasi milik Google sendiri.

4. Ke mana angka dari kotak uji pergi?

Tidak ke mana-mana. Kotak uji di berkas modal dan berkas target menghitung di tempat, tanpa tombol kirim, dan isiannya lenyap bersama tab yang ditutup.

5. Bagaimana nasib surel saya?

Surel dibaca redaksi untuk membalas atau menindaklanjuti klaim kiriman Anda, lalu disimpan sebagai arsip ralat selama masih berguna. Kami tidak memakainya untuk promosi. Mau surel itu dimusnahkan dari kotak masuk kami? Cukup minta lewat [email protected].

6. Hak apa yang saya pegang?

Hak pemilik data di Indonesia dijamin UU PDP yang terbit pada 2022. Selaras dengan itu, silakan tanyakan isi arsip surat Anda di meja kami, minta dibetulkan bila keliru, atau minta dimusnahkan. Revisi kebijakan akan ditandai di halaman ini; versi yang Anda baca berlaku mulai 28/09/2026.

Peringatan risiko tinggi

Transaksi forex dan CFD memakai daya ungkit: gerak harga yang kecil bisa menghapus seluruh setoran Anda, bahkan dalam hitungan jam. Laporan pengawas pasar Uni Eropa (ESMA, 27 Maret 2018) mencatat 74–89% akun ritel CFD umumnya merugi. Jangan memakai uang kebutuhan pokok atau pinjaman.